Python vs JavaScript: Mana yang Lebih Cepat Dikuasai?
"Dulu, aku pikir belajar coding itu kayak belajar sulap—butuh waktu tahunan buat paham. Tapi pas aku coba Python, dalam 2 bulan aku udah bisa bikin program simpel. Lalu, temenku bilang, ‘Coba JavaScript!’ Eh, ternyata lebih ribet! Kenapa ya?"
Kisah di atas mungkin mirip dengan pengalamanmu. Banyak pemula bingung memilih antara Python atau JavaScript, apalagi kalau tujuannya cepat bisa coding. Nah, artikel ini bakal kupandu perbandingan waktu belajar keduanya, plus tips biar kamu nggak stuck di jalan!
1. Perbandingan Waktu Belajar: Python vs JavaScript
Berdasarkan riset dan pengalaman developer, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menguasai dasar dan level intermediate adalah:
Python
- Dasar (2–3 bulan):
- Sintaks simpel (mirip bahasa manusia).
- Fokus pada logika pemrograman, bukan teknis kompleks.
- Contoh: buat kalkulator, otomatisasi tugas sederhana.
- Intermediate (6 bulan):
- Belajar OOP, modul (seperti
pandasuntuk data), dan framework dasar (Django/Flask).
- Belajar OOP, modul (seperti
JavaScript
- Dasar (3–4 bulan):
- Sintaks lebih banyak simbol (e.g.,
{},=>,async). - Harus paham DOM (Document Object Model) untuk manipulasi web.
- Sintaks lebih banyak simbol (e.g.,
- Intermediate (8 bulan+):
- Konsep advanced seperti async/await, closures, dan framework (React/Node.js).
Kenapa JavaScript lebih lama?
- Ekosistem lebih luas: Front-end (React), back-end (Node.js), bahkan mobile (React Native).
- Error lebih "silent": Misal, typo di JS kadang nggak error tapi program nggak jalan.
2. Faktor yang Memengaruhi Kecepatan Belajar
Waktu di atas bisa molor atau cepat tergantung:
✅ Intensitas Latihan
- 1 jam/hari > 7 jam sekaligus/week. Otak butuh repetisi!
✅ Metode Belajar
- Python: Cocok buat yang suka struktur jelas (e.g., belajar lewat kursus linear).
- JavaScript: Butuh banyak eksperimen (e.g., coba ubah UI website langsung).
✅ Tujuan Belajar
- Mau kerja di data/science? Python lebih cepat.
- Mau bikin website/interaktif? JavaScript wajib.
3. Tips Belajar Efisien (Agar Nggak Burnout!)
Untuk Python
- Hari 1–30: Kuasai dasar (variabel, loop, fungsi).
- Bulan 2: Auto tugas sehari-hari (e.g., rename file massal).
- Bulan 6: Coba analisis data sederhana pakai
pandas.
Untuk JavaScript
- Hari 1–30: Paham DOM (e.g., ubah warna button pakai
document.getElementById). - Bulan 4: Buat to-do list sederhana.
- Bulan 8: Integrasi API (e.g., tampilkan data cuaca di website).
Bonus Tip:
- Gabung komunitas (e.g., Discord/local meetup). Nanya langsung ke yang udah ahli bisa hemat waktu berhari-hari!
4. Kamu Tipe yang Mana?
- Suka hasil cepat & logika? → Python.
- Suka tantangan & visual (website)? → JavaScript.
Tapi ingat:
- Nggak ada yang instan. Bocah 10 tahun bisa belajar Python dalam 3 bulan karena konsisten.
- Jangan bandingkan progresmu dengan orang lain. Yang penting: "Hari ini aku belajar apa?"
Penutup: Yuk, Action!
Coba jawab ini:
"Kalau aku bisa otomatisasi 1 tugas membosankan hari ini, itu tugas apa?"
Mulai dari situ, pilih bahasa yang sesuai, dan commit 30 menit sehari. Dalam 3 bulan, kamu bakal kaget sama progresmu!
P.S. Udah pernah coba salah satunya? Share pengalamanmu di komen! 😊